FF SHINee / Kenangan Terindah / Oneshoot


Title : Kenangan Terindah

Cast :
  • Choi Minho a.k.a Minho
  • Kim KiBum a.k.a Key
  • Sulli a.k.a Sulli

Genre : sad

author : Nilasari Fitriani ( nlsrftrn )

#all is author's pov#

﹑flashback 12 years ago﹑

"Minho, a-yo kemari. Main dengan kami!" ajak seorang yeoja kecil.

"Ah, ne baiklah" jawab namja itu lalu bergabung dengan ke-2 sahabatnya. Yah, mereka adalah Minho, Key, dan Sulli. 3 sahabat yang terpisah karena panti asuhan yang mereka tinggali tak terurus. Sulli dan Key tinggal di panti asuhan baru, sedangkan Minho diangkat sebuah keluarga kaya raya. Hidup Minho sangatlah berbeda dengan ke-2 sahabatnya. Dia mampu menyelesaikan S-2 nya di Amrik, sedangkan Sulli dan Key hanya lulusan SMA dan sekarang bekerja untuk sebuah perusahaan swasta.

﹑flashback end﹑

~Di kantor~
"Hey, Key. Aku rindu dengan Minyu -- sebutan mereka untuk Minho --" Sulli memulai pembicaraan mereka hari itu.

"Sudah lanjutkan saja pekerjaanmu, nanti gajimu dipotong lagi!" cetus Key tak menghiraukan Sulli.

"Kau ini, ini yang kau bilang sahabat? Aku sudah menunggunya selama 12 tahun, aku hanya ingin kita bisa bermain bersama seperti dulu. Aku merindukanmu, Minyu.." isak Sulli sedikit menangis.

"Yah Sulli, kau kenapa? Akupun sangat merindukannya, tapi apakah kita hanya berharap keajaiban akan datang? Kita harus melanjutkan hidup kita. Akupun sudah malas mendengar namanya, setiap hari hanya dia yang ada dipikiranmu. Tak bisakah kau menganggap diriku ini ada? Bukankah dia sudah meninggalkan kita? Apa itu namanya sahabat? Sulli, berhentilah berharap dia akan kembali. Jalani hidupmu! Masih ada aku, Sulli!" Key mencoba meyakinkan Sulli.

"Tidak, Key! Dia dan kau adalah sahabatku. Tidak ada yang meninggalkanku, dia hanya pergi sebentar. Dia telah berjanji denganku akan kembali untuk menjemputku dan kau." isak Sulli.

﹑flashback﹑

"Minyu, kau tak ikut denganku dan Key?" tanya Sulli kecil.

"Sepertinya aku tidak bisa, aku harus ikut keluarga baruku. Tapi tenanglah, aku hanya pergi sebentar. Aku akan menjemput kalian nanti. Kita akan membuat istana yang penuh dengan bunga." Minho bicara panjang lebar.

"Jinjja? Kau tak sedang bercanda kan?" tanya Sulli kecil.

"Ne, I promise!"

﹑flashback end﹑

"Kau tak tahu Key, Minho bukan meninggalkan kita. Dia hanya pergi sebentar. Dia telah berjanji akan menjemput kita, hiks..hiks.." Sulli menangis sambil terduduk.

"Sulli-ah, sudah 12 tahun dia pergi dan kau masih menunggunya?" tanya Key.

"Iya! Aku akan menunggunya sampai kapanpun. Kau tahu itu! Dia itu pangeranku, kau sendiri yang tahu tentang itu!"

﹑flashback﹑

"Minyu, Key a-yo kemari!" pinta Sulli kecil.

"Wae-yo Sulli-ah?" tanya Key penasaran.

"Cepat kalian pilih satu, ambil satu kertas ini lalu bacakan isinya. Aku menemukannya disini." pinta Sulli antusias.

"Pangeran!" celetuk Minho. "Apa maksudnya, Sulli?" lanjut Minho.

"Aku pun tak tahu Minyu-ah." sesal Sulli.

"Kenangan terindah, apa maksudnya Sulli?" Key pun bertanya kepada Sulli.

"Tak tahu. Mungkin nanti ada jawabannya." yakin Sulli.

﹑flashback end﹑

"Waktu itu kau sendiri yang menyaksikannya. Minho itu pangeranku!" tegas Sulli.

"Lalu apa maksudnya kenangan terindah itu Sulli? Apakah aku hanya bisa menjadi kenangan untukmu? 12 tahun aku mencoba meyakinkanmu, tapi hasilnya nihil. Aku mencintaimu Sulli, tapi apa? Kau tak pernah mencintaiku. Aku memang hanya bisa menjadi sahabatmu, kan? Tak lebih!" bentak Key dan tiba-tiba Key terjatuh. "Aww dadaku, sesak.." rintih Key.

"Key, kau kenapa? Kita kerumah sakit sekarang!" Sulli pun membawa Key kerumah sakit terdekat.

*Backsound _ so goodbye-Jonghyun SHINee*

--rs--
"Maaf noona, tapi kami sudah semaksimal mungkin. Paru-parunya membengkak, itu yang menyebabkan tersumatnya oksigen dan dia menjadi sesak. Tapi ia tadi sempat memberi saya sebuah surat. Ini.." dokter itupun pergi setelah memberikan sepucuk surat kepada Sulli.

¤kenangan terindah¤

hey Sulli, mungkin sekarang kita tak bisa bersama lagi. Tapi ingatlah bahwa aku -Kim Kibum- pernah menjadi sahabat terbaikmu, pernah mencintaimu, dan akan menjadi Kenangan Terindahmu selamanya. Aku ingin kau mencari Minho dan hidup bahagia dengannya. Dia telah berjanji padaku dulu untuk menjagamu kelak. Dan sekaranglah saatnya. Kuharap kalian mengerti maksudku. Minho, teka-teki bahwa aku dan kau ditakdirkan untuk menjaga Sulli itu, ak sudah mendapat jawabannya. 12 tahun waktuku menjaga Sulli, dan sekarang dan sampai kapanpun itu, aku ingin kau menjaganya setulus hatimu. Aku tahu kaupun mencintai Sulli sama sepertiku. Namun takdir tak berpihak padaku, cintailah Sulli dengan jiwa dan ragamu. Okay''

"Hiks.. Key, dimana aku harus mencari Minyu? Kenapa baru sekarang kau memberitahuku? Mianhe Key-ah." isak Sulli sambil memeluk surat itu. Sejak itu Sulli terus mencari Minho, iapun melanjutkan sekolahnya.

*Backsound off*

#6monthslater#
"Surat itu? Dimana surat itu? Ah, bodoh sekali aku. Kenapa aku meninggalkannya. Ayolah, surat itu akan ku kasih ke Minyu" gerutu Sulli sambil mengaduk-aduk tasnya.

"Maaf noona, anda mencari ini?" tanya seorang namja mengagetkan Sulli.

'"Ah ini dia, gamsa anda baik sekali." Sulli langsung berterima kasih pada namja itu.

"Sepertinya sahabat anda itu sangat mencintai anda?" tanya namja itu lagi. Namun tak dihiraukan oleh Sulli, iya harus segera ke airport untuk menyusul Minho ke Amrik. Dia sudah mendapat alamat Minho dan keluarganya di Amrik, dan Minho pun telah menunggunya disana.

#2yearslater#

﹑di makam Key﹑

"Hey Key, apa kabarmu? Lama tak berjumpa. Hari ini tepat 3 tahun kematianmu, dan kau tahu, aku sangat merindukanmu, Kenangan Terindahku. Sekarang impianmu telah tercapai, aku dan Minho telah hidup bahagia, itu semua berkatmu. Dan kau tahu, kami membawa anak pertama kami, yaitu ''Key''. Kami mengambil namamu karena kami ingin selalu dekat denganmu. Semoga kau tenang disana, Kim Kibum." Sulli berbica dalam hatinya.

"Hey jagoan, apa kabarmu? Terimakasih telah menjaga tuan putriku selama ini. Dan amanatmu itu akan kulaksanakan dengan baik. Yah, teka teki itu memang sudah terjawabkan. Namun, aku percaya bahwa kau selalu menjaga kami. Karena kita satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan." Minho pun berbicara dalam hatinya.

"Eomma, Appa ayo kita bermain. Belikan aku mobilan itu!" ajak Key, anak Sulli dan Minho. Dan mereka pun meletakkan bunga diatas makam Key lalu berjalan pergi dengan anak mereka, Key.

#Kenangan Terindah tak akan pernah hilang#

     --TAMAT--

Komentar

Postingan Populer