Minggu, 18 November 2012

Cara Kerja Radio

Radio merupakan sebuah alat komunikasi yang sudah ada sejak dulu, radio sudah menjadi sarana hiburan bagi masyarakat sebelum ada televisi saat ini. Namun di zaman dahulu, radio merupakan suatu barang yang mewah, sehingga tidak semua orang memilikinya. Pada era globalisasi, perkembangan terjadi begitu cepat. Misalnya dalam bidang komunikasi. Komunikasi dibutuhkan oleh masyarakat untuk saling bertukar pikiran dan wawasannya masing-masing. Hal ini tentu tidak ada masalah jika orang-orang yang berkomunikasi tidak memiliki jarak yang jauh. Namun, ini menjadi kendala saat jarak menjadi sangat jauh. Dengan adanya perkembangan ilmu dan teknologi, hal itu kini tidak menjadi masalah lagi. Karena telah diciptakan berbagai media telekomunikasi yang memudahkan kita dalam berkomunikasi jarak jauh, diantaranya dengan menggunakan radio. Radio semula menjadi sarana untuk menyampaikan informasi kepada pendengarnya, tetapi lambat laun fungsi itu telah berkembang menjadi sarana komunikasi dan untuk kepentingan komersil. Mulai tahun 1900 masyarakat Indonesia sudah mulai memiliki radio secara masal, minimal satu kampong memiliki beberapa radio sebagai sarana informasi bagi desanya. Dalam sejarah bangsa Indonesia, radio juga mengambil peran penting dalam merebut kemerdekaan. Radio membantu penyebaran informasi tentang kekalahan jepang atas sekutu dalam waktu singkat sehingga kemerdekaan dapat segera diproklamasikan. Kemudian berita tentang kemerdekaan indonesia ini disebarkan melalui kantor berita antara ke seluruh penjuru nusantara. Radio juga membantu perjuangan masyarakat Surabaya dalam pertempuran yang terjadi di Hotel Yamato pada 10 November 1945. Bung Tomo membakar semangat arek-arek surabaya melalui siaran radionya. Hingga saat ini radio menjadi media hiburan perorangan karena radio dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat karena harga komponen radio yang semakin murah dipasaran. Hanya dengan selembar sepuluh ribu rupiah saja kita sudah dapat memiliki alat tersebut, namun masyarakat belum begitu mengerti dan mengenal sistem kerja sebuah radio, kebanyakan masyarakat hanya mengetahui cara menggunakannya saja. Komunikasi menggunakan radio dalam penyebaran informasinya akan lebih cepat diterima oleh masyarakat karena dengan sistem broadcast, gelombang dapat diterima oleh masyarakat secara global karena hampir setiap masyarakat memiliki radio tersebut. Sebuah radio terdiri dari transmiter dan receiver. Transmiter adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memproses dan memodifikasi sinyal input agar dapat ditransmisikan sesuai dengan kanal yang diinginkan, Receiver adalah sebuah alat yang berfungsi menerima dan mengolah sinyal output sehingga sesuai yang kita inginkan. Apabila sebuah gelombang radio tersebut ingin dikirimkan ke tempat yang jauh atau ke tempat yang terhalang oleh bukit maka diperlukan sebuah transceiver radio yang berfungsi untuk menerima dan memancarkan kembali ke tempat tujuan. Transmitter Blok sistem transmisi sinyal pada Transmiter : Pengolahan sinyal pada radio transmitter yaitu : a. Mikrofon Sebuah alat yang digunakan untuk mengubah suara pembicara menjadi sinyal elektronis. Sistem kerja pada mikrofon yaitu ketika seseorang berbicara, maka nada-nada suara akan membuat getaran-getaran dari kolom-kolom udara yang kemudian menghasilkan sinyal informasi suara pembicaraan. Getaran-getaran ini kemudian diteruskan ke transmitter , di mana kemudian diafragma dari transmitter tersebut akan bereaksi dan bergetar. Penambahan tekanan akan menggerakkan diafragma ke arah dalam, dan pengurangan tekanan akan menggerakkan diafragma ke arah luar. Getaran dari diafragma ini kemudian digunakan untuk menghasilkan arus listrik yang berubah-ubah yang akan membentuk sinyal informasi suara elektronis, yang secara ideal merupakan duplikat langsung dari energi informasi pembicaraan. Jika getaran dari diafragma transmitter dapat diatur sedemikian sehingga ia dapat mengubah-ubah hambatan dari suatu rangkaian listrik, maka arus listrik dalam rangkaian akan berubah-ubah sesuai getaran diafragma yg disebabkan oleh gelombang energi suara pembicaraan. Hal ini dapat diperoleh dengan cara menempatkan suatu batang karbon (arang) atau elektroda pada diafragma, dan kemudian elektroda ini diletakkan dalam suatu ruangan yang berisi bijih-bijih karbon keras. Suatu batang karbon atau elektroda lain dipasang pada sisi lain dalam ruangan tersebut. Perubahan harga tahanan ini disebabkan karena perubahan tekanan pada bijih-bijih karbon akan menghasilkan perubahan-perubahan area yang saling bertumbukan antara bijih-bijih karbon yg saling berdekatan. Karena itu dibutuhkan bateray untuk menghasilkan arus searah yang mengalir melalui transmitter bijih karbon, jika tidak ada bateray maka transmitter ini tidak akan berfungsi. b. Encoder Encoder merupakan alat untuk menyandikan sinyal listrik yang telah dirubah dari sinyal informasi yang asli. Proses dari encoder yaitu sinyal informasi asli yang telah dirubah menjadi sinyal listrik di sandikan dalam bentuk biner, hal ini dilakukan agar proses pengolahan sinyal dapat diteruskan/dilanjutkan. Sistem yang menggunakan line encoding, tetapi tidak melibatkan modulasi disebut sistem transmisi baseband. c. Modulator Alat yang digunakan untuk memodulasi sinyal pembawa yang frekuensinya lebih tinggi oleh sinyal informasi yang frekuensinya lebih rendah. Modulasi ada 2 jenis yaitu Modulasi Amplitudo (AM) dan Modulasi Frekuensi (FM). Modulasi Amplitudo (AM) Proses modulasi dengan cara mengubah amplitudo gelombang pembawa yang dilakukan oleh sinyal informasi. Gelombang pembawa yang belum dimodulasi mempunyai harga amplitudo maksimum yang tetap dengan frekuensi yang tinggi daripada sinyal pemodulasi/sinyal informasi. Tetapi jika sinyal pemodulasi telah diselipkan maka harga amplitudo menjadi maksimum dari gelombang pembawa dan bentuk gelombang luar/sampul dari harga amplitudo gelombang yang telah dimodulasi tersebut adalah sama dengan bentuk sinyal informasi yang asli (sinyal pemodulasi telah diselipkan pada sinyal pembawa) AM adalah metode yang pertama kali digunakan untuk menyiarkan radio komersil. AM memiliki beberapa kekurangan, yaitu: * dapat terganggu oleh gangguan atmosfir * Bandwith yang sempit juga dapat membatasi kualitas suara yang dapat dipancarkan Modulasi Frekuensi (FM) Proses modulasi dengan cara mengubah frekuensi gelombang pembawa yang dilakukan oleh sinyal informasi.Frekunsi gelombang pembawa akan naik menuju harga maksimum sesuai dengan amplitudo dari sinyal pemodulasi sampai menuju harga maksimum dalam arah positif. Kemudian gelombang pembawa akan turun menuju harga frekuensi asli sesuai dengan harga amplitudo sinyal pemodulasi yang menuju nol. Harga maksimum/amplitudo dari gelombang pembawa tetap konstan. Perubahan frekuensi dari gelombang pembawa tergantung dari tegangan/arus sinyal pemodulasi. FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga dipilih untuk sebagai modulasi standart untuk frekuensi tinggi. Keuntungan dari FM antara lain: * Noise lebih kecil (kualitas lebih baik) * Daya yang dibutuhkan lebih kecil d. Mixer/Up Converter Mixer amplifier merupakan bagian yang berfungsi mencampurkan dua input atau lebih menjadi satu keluaran, misalkan sinyal radio dan tape recorder atau lainya. Maka pada bagian output akan terdengan suara sinyal input secara bersamaan atau tercampur. e. Penguat Amplifier Alat yang digunakan untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim yang masih tergolong lemah menjadi sinyal yang lebih kuat dan siap digunakan. Besarnya penguatan ini tergantung dari gain power itu sendiri. Pada tahap ini besaran yang dikuatkan tergantung dengan kebutuhan dan aplikasinya, mungkin dilakukan penguatan arus, tegangan, atau daya. Pada amplifier terdapat penala, filter audio, equalizer. Filter audio Bagian ini memang tidak pasti ada dalam setiap pesawat pengirim radio, tetapi kebanyakan sekarang bagian ini sudah terintegrasi dengan amplifier itu sendiri. Tidak bisa dihindari dalam setiap tahap pengolahan dari pemancar sampai penerima pasti akan terjadi yang namanya distorsi dan nois. Nois merupakan gangguan suara(kemresek) yang ditimbulkan akibat adanya sinyal pengganggu. Dengan gangguan tersebut tentunya sinyal yang dihasilkan tidak optimal yang menyebabkan suara radio tidak jelas. Filter audio ini juga disebut dengan peredam nois, alat ini dapat dipasang pada semua komponen elektronika yang menghasilkan suara seperti tape hi-fi dan radio. Peredam ini sering digunakan oleh penggemar radio amatir 11 meter band, 20 meter band dan 80 meter band. Fungsi dari filter audio adalah mempertajam sinyal audio dan menghilangkan nois yang mengganggu. Equalizer Bagian yang satu ini sudah terdapat disemua peralatan radio, alat ini berfungsi mengubah-ubah frekuensi suara input yang bertujuan mendapatkan suara yang lebih bagus. Pada bagian ini, suara dapat diatur keras lemahnya dan tinggi rendahnya nada juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Secara sederhana suatu equalizer dapat mengatur nada bass, treble, dan volumenya. f. Penala Sebuah alat untuk memilih gelombang pada sebuah radio. Namun pada radio transmitter tidak selalu ada. g. Antena Antena dalam Komunikasi Gelombang Radio, untuk daerah frekwensi >30Mhz, antena yang sering digunakan dalam komunikasi gelombang radio adalah antena VHF dan UHF. Antena VHF / UHF ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu : Antena Omnidirectional Digunakan pada stasiun “ mobile service “ atau siaran radio dan televise. Antena Omnidirectional dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu : * Antena Omnidirectional dengan Polarisasi Vertical * Antena Omnidirectional dengan Polarisasi Horizontal Antena yang mempunyai pemancaran / penerimaan ke suatu arah Digunakan untuk perhubungan titik ke titik atau penerimaan TV. Jenis – jenis antena dengan diagram pancaran berarah antara lain adalah : 1. Antena “ corner reflector “ 2. Antena Yagi Uda 3. Antena Parabola 4. Antena Helical.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar