FF SHINee / Kamu Aku Itu Satu / Part 2


Part II

Di balkon kamar Onew

Onew pov

"Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Kau tahu, setiap detik yang kulewati terasa hampa tanpa kehadiranmu. Tak bisakah kau lebih mengerti aku? Jujur, aku menyesal karena lebih mementingkan beasiswa itu daripadamu. Tapi percayalah, tak ada seorang pun yang dapat menggantikanmu. Tuhan, bila dia jodohku, maka persatukanlah kami. Namun, bila aku bukan jodohnya, temukanlah ia pada orang yang benar-benar mencintainya. Mungkin, aku tak berarti lagi untukmu. Tapi, tersenyumlah untukku walau hanya sekali. Berdo'alah disetiap langkahmu, tersenyumlah disetiap ucapanmu, dan bila kau ingin menangis, menangislah. Terimakasih, karena berkat kau, aku tahu tentang cinta. Cinta yang selama ini tak pernah kupercaya. Tapi berkat kau, aku sangat percaya bahwa cinta sejati itu ada. Dan cinta sejatiku adalah kau, Veny. Kau, hanya kau bukan orang lain. Maaf bila aku sudah membuatmu sakit. SARANGHAEYO Veny Indah Lestari."

Akupun meletakkan surat itu kedalam amplop yang berisi foto-fotoku dengan Veny. Ah, berat sekali rasanya meninggalkan kenangan indah itu.

Onew pov end

Dedek pov

"Oppa, kau mau bilang apa?" tanyaku pada oppa Onew. Yah dia temanku, lebih tepatnya orang yang kusukai. Tapi dia tak pernah menyukakiku. Malahan dia mencintai yeoja yang tak jelas itu.

"Ah ini dek, aku nitip surat ini. Nanti bila aku sudah pergi, tolong berikan surat ini pada Veny." Oppa nyerocos.

Haa? What? Anterin surat ini? Idih males banget.

"Tapi oppa, tak bisakah kau mengurungkan niatmu itu?" bujukku pada oppa.

"Tidak Dek, ini sudah keputusanku. Sudahlah aku masih banyak urusan." Bentak oppa sambil berlalu.

''Haa, dasar. Lihat saja nanti, tak kubiarkan kau bahagia bersamanya oppa. Bila aku tak bisa memilikimu, maka tak ada satu pun yang bisa memilikimu, termasuk Veny!" Kesalku dan langsung pergi dari rumah itu.

Dedek pov end

Minho pov

Kringg, suara handphoneku berbunyi.

"Ah siapa yang menelfon pagi-pagi seperti ini!" kesalku.

"Permisi, ini benar dengan Choi Minho?" tanya seorang yeoja disebrang telfon.

"Ne, benar. Anda siapa?" tanyaku balik padanya.

"Aku Veny, yang waktu ditaman itu." Jawabnya.

Ah Veny, siapa?
"Oh ya, ya aku ingat. Waeyo Veny?" tanyaku.

"Ah tidak, aku hanya ingin ngobrol banyak denganmu. Bisa kita bertemu?" pintanya.

"Ah baiklah. Kebetulan hari ini aku tidak ada kegiatan. Kita ketemu di taman waktu itu saja ya?" tanyaku memastikan.

"Ne, baiklah. Aku tunggu disana ya."

Akupun memutus sambungan telfonku dan langsung bersiap-siap.

*di taman

Aku melihat sekeliling untuk mencari Veny. Aku sedikit lupa dengan wajahnya. Haha ada-ada saja.

"Hey, maaf membuatmu menunggu." Aku menyapa orang yang kucari.

"Ah tak apa, aku belum lama disini." Jawabnya.

"Ne baiklah. Boleh aku duduk?" pintaku.

"Haha silahkan, maaf aku tadi lupa." Sesalnya.

"It's okay."

Kring .. Suara handphoneku tanda ada panggilan masuk.

"Ha nanda?" pikirku.

"Maaf Veny, aku angkat telfon dulu."

"Ne, silahkan." Jawabnya.

Akupun langsung menjawab telfon.

"Ne chingu, waeyo?" tanyaku langsung.

''Alaah oppa, kau ini bagaimana? Bilangnya mau bertemu Minho? Kaunya kemana?" tanya Nanda nyerocos.

"Astaga, aku lupa. Maaf chingu aku benar-benar lupa..." sesalku.

"Ah yasudahlah!" dia langsung memutuskan sambungan telfonnya. Haduuh...

"Hmm, itu tadi pacarmu yah?" tanya Veny tiba-tiba.

'"Ah, bukan. Dia... sahabatku," jawabku agak ragu.

"Let me guess. Lebih tepatnya orang yang kau cintai? Right? Haha" tanya Veny yang membuatku salah tingkah.

"Haha darimana kau tahu?" tanyaku yg sedikit salting.

"Yah, akupun tak tahu. Mungkin bakat terpendamku kali. Hehe..." jawabnya dengan santai.

Haha, humoris juga ternyata dia. Kamipun banyak ngobrol hari itu. Dan aku tahu, ternyata dia butuh teman curhat. Anaknya lumayan asik.

Minho pov end

Onew pov
"Bagaimana hubunganmu dengan pacarmu itu?" tanya Nanda. Yah Nanda ini adik sepupuku. Bisa dibilang yg terdekat denganku.

"Hey, kok melamun?" dia memukul pundakku yang membuat aku tersadar dalam lamunanku.

"Ah kau ini, sakit tau!" bentakku.

"Alaah, dasar kau ini!" kesalnya.

"Haha kau tadi bilang apa?" tanyaku.

"Bagaimana hubunganmu dengan pacarmu itu? Kapan kau akan memperkenalkannya denganku?" tanya Nanda serius.

"Ah, aku sudah putus dengannya." Jawabku ketus.

"Apaa!? Bagaimana bisa? Bukankah kalian saling mencintai?"

"Yah itu memang benar, karena aku terlalu sibuk dengan beasiswaku, jadinya aku tak ada waktu dengannya. Akupun menyesalinya..." sesalku.

"Kau masih mencintainya"' tanya Nanda.

"Tentu, hanya dia satu-satunya orang yang kucintai..." jawabku.

''bila begitu , kejar dia walau sampai ke ujung dunia , Onew . Jangan lari dari kenyataan . Karena cinta sejati itu bukan yo-yo yang bisa kau tarik ulur , bukan pula seperti jalan tol yang mulus , tapi seperti pasir yang selalu setia dengan pantai , selalu berada disisinya apapun keadaannya . Cinta sejati itu adalah cinta yang penuh tantangan , tantangan yang akan membuatmu sempurna . Yah , itu semua memang benar '' Nanda nyerocos menasehatiku .

'' yah , baikbaik . Tapi keputusanku sudah bulat . Aku akan tetap melanjutkan beasiswaku . Biar waktu saja yang menjawab , apakah aku bersamanya atau tidak ?'' jawabku .

'' yah itu terserah kau lah . Dibilangin malah ngeyeel '' kesalnya .

''haha dan kau sendiri bagaimana dengan Minho ?'' aku balik bertanya .

''akupun tak tahu , dia seperti tak ada perasaan spesial kepadaku ''

''haha percaya saja pada hati kecilmu , mungkin Minho belum dapat waktu yang pas '' aku pun berlalu meninggalkannya . Haha tak apalah , lebih baik aku refreshing . Melihat* kota ini untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi besok .

Onew pov end

Veny pov

''ah ne , terima kasih Minho . Hati* dijalan '' akupun berjalan masuk ke rumah .

''apa ini ?'' pikirku melihat sebuah amplop didepan pintu .

'' kau ini , belum lama putus dari oppa Onew , sudah punya pacar baru . Haha ''. Seorang yeoja mengejutkanku .

'' kau siapa ? Apa urusannya kau denganku ?'' bentakku

'' aku ? Aku pacarnya oppa Onew . Dan amplop yg ada di tanganmu itu adalah pemberian dari oppa . Dia menitipkannya padaku . Karena dia tak mau melihat mukamu itu . Kau tau , oppa sudah lama melupakanmu . Dia tidak pernah mencintaimu tulus . Kau itu tak ada artinya bagi oppa ''. Ejeknya sinis

'' oh , terimakasih sampaikan padanya '' jawabku ketus sambil masuk kedalam . Hah lebih baik aku istirahat daripada adu mulut dengannya . Tapi , isi surat ini apa ? Lebih baik aku baca .

''astaga , foto ini '' aku melihat fotoku dengan Onew bercecerkan darah . Dan saat aku lihat belakangnya , ada tulisan '' aku membencimu , Veny! Tertanda Onew . ''

tess .. Air mataku jatuh . Tak kuat aku menahan semua ini . Lebih baik aku buang saja surat ini , aku benci padamu Onew ! Hiks .. Tak kusangka kau sejahat itu . Kau benar* melupakanku ? Aku tak akan mengingat dirimu lagi !

Veny pov end

Dedek pov
'' oppa , suratmu tadi sudah kuantar .'' kataku

'' ah terimakasih . Lalu dia bilang apa ?'' tanya oppa

'' katanya dia tidak butuh surat itu . Dia pun tadi diantar pacarnya , dan lebih parahnya oppa , dia bilang dia membencimu ''. Jawabku bohong . Haha biar mampus kamu Veny . Jangan main* denganku .

''sudahlah oppa , lebih baik kau lupakan saja dia . Toh dia juga sudah melupakanmu .'' bujukku .

'' sudah diamlah kau!'' bentak oppa lalu pergi dari hadapanku . Hah , dia membentakku . Tenang saja , ini baru permulaan . Kita lihat nanti ! Kesalku .


to be continued here... last part loh guys!!! cekidott! Last-Part

Komentar

Postingan Populer