three, three, three!

Senyuman, hal yang sangat aku rindukan darimu. Kau tau, perasaan ini (masih) selalu bercerita tentangmu. Tentang kita. Sudah berapa lama?

Hidup memang ironis, kita mencintai orang yang tak bisa kita miliki.  Apa kita bisa berbagi perasaan?seperti yang selalu aku katakan saat kedua tangan ini memanjat doa kepada-Nya. Kau tau, siapa yang bisa menahan rindu yang selalu muncul tiap detik nafas ini berhembus? Kau tau, aku merasakannya. Merasakan perasaan rindu ini, sendirian. Aku tak tahu apa kau pun juga didatangi oleh rindu itu, atau malah tidak sama sekali. Tapi aku suka kalimat ini, "Biarlah pertemuan yang indah datang saat rindu sudah memuncak, dan kala pertemuan itu datang, kita bisa banyak sekali berbagi rindu yang sama, dan tak akan membiarkan rindu itu datang sedemikian hebatnya, lagi." Kau tahu, apa hal yang selalu kukatakan pada-Nya? Rindu, aku merindukanmu. Bukankah sudah sangat lama mata kita tak saling tatap? Sudah sangat lama, untuk kita. Aku tahu, jarak menjadi penghalang kita saat ini. Kita sudah berada di pulau yang berbeda, sudah berada di kota bahkan provinsi yang tak lagi sama. Bahasa di daerahku sekarangpun tak lagi sama denganmu. Makanan khasnya pun jauh berbeda. Tapi apa itu bisa menjadi alasan bagi rindu untuk menunda pertemuan kita? Aku sering, bahkan sangat sering pulang ke kotamu itu. Kota kita. Aku bahkan sering datang ke tempat bersejarah bagi kita. Sekolah yang punya triliunan kenangan. Kau ingat semua kenangan yang tercipta di sana? Aku ingat. Sedetail apapun itu, masih kuingat. Bahkan aku masih ingat bagaimana rasanya mata ini menangkap mata indahmu, sedang asyik bermain-main di mataku. Lucu, dulu aku sangat risih dengan tingkahmu itu. Sangat risih hingga hati ini memilihmu. Kau sukses membuat hati ini jatuh pada mata indahmu itu. Hanya dengan sebuah tatapan, kau membuat seorang gadis selalu menyebutmu dalam doanya. Lucu, saat kau datang dengan polosnya kepadaku. Momen yang paling indah sepanjang aku hidup, setidaknya sampai sekarang.



Sudah berapa lama? 1, 2, 3? Hampir t i g a tahun ya, dan setengah darinya rindu ini selalu muncul padaku. It was a long time for us being apart and didn't take a second for meet each other. Wherever you are, whatever you do, whoever you are in the future, just be yourself. Because I love you just the way you are, because it's always been you. Yes, Y O U! My beautiful skies all day. Semoga rindunya muak datang ya, dan kita bisa melepasnya. Hana, dul, set... Janam din diyan wadhayian!

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer