Jangan salahkan waktu

Aku hanyalah gadis 17 tahun, yang ingin selalu bahagia walau kenyataan tak selalu bisa. Namun, bukan berarti aku lemah, ataupun menyerah. Hidup adalah tentang bagaimana kita bisa memilih, melakukan, lalu gagal, dan kemudian bangkit kembali. Fase-fase itu selalu bermetamorfosis di kehidupan kita. Ah iya, aku masih terlalu muda untuk mengerti tentang persoalan hidup. Tapi, bukankah sudah terlalu tua untuk tetap menangis karena mainan diambil teman? Atau jari tersayat pisau? Hidup selama 17 tahun di dunia, diberikan kesempatan untuk menjadi “aku”, dan merasakan hangatnya kasih sayang. Hidup adalah sebuah penghargaan terbaik yang pernah kudapat. Mengapa? Tanpa kehidupan, apa mungkin aku bisa meraih semua penghargaan-penghargaanku di dunia ini?

Begitu juga dengan waktu, sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan hidup. Selama kau hidup, selama itu pula kau bersama waktu. Lalu, untuk apa aku menandai waktu?

Menurutku, waktu adalah satuan yang sangat hebat. Ia tak kenal menyerah untuk tetap berjalan. Tak peduli seberapa orang tak menyukainya, ia tetap berjalan. Ia bisa membuat orang berhasil, ataupun sebaliknya. Ia juga hebat dalam menghipnotis manusia, bukan? Waktu adalah tentang bagaimana kita menjalani hidup. Ada waktu disaat kita sedang dipuncak, pun sebaliknya. Bagiku, masa-masa tersulit adalah saat kita berusaha mengalahkan ribuan “ovum” lainnya untuk bisa menjadi “zigot” dan terlahir sebagai kita.  Bukankah waktu itu kita telah menang? Lalu, sekarang kita hanya pasrah dengan kenyataan? Bukankah itu terlalu pengecut? Tuhan telah memilih kita untuk bisa merasakan menjadi manusia. Tuhan juga telah memilih waktu untuk menemani kita semasa hidup. Bukankah ini menarik?

Menandai waktu sama halnya menandai diri sendiri. Apakah diri ini baik, buruk, atau apa. Waktu pun begitu, tiada lelah menemani kita disaat kita bangun sampai tidur kembali, dan menemani kita dari tidur sampai bangun kembali. Menghargai waktu mungkin sepele, namun tidak untuk manusia yang sadar betapa hebat dan berharganya waktu.

Pernahkah kalian merasakan kerinduan? Ingin kembali ke masa-masa itu? Apa waktu mengizinkan? Tidak, bukan? Dan apa kalian pernah mempunyai impian? Lalu, apa waktu “langsung” menghantar kalian kesana? Menurutku tidak. Kalaupun iya, itu bukanlah sebuah impian. Karena menurutku, impian adalah sesuatu yang pastinya kita inginkan dan berusaha mati-matian untuk meraihnya. Bukankah antara bermimpi dan meraih mimpi itu ada jarak? Lalu disebut apa jarak itu? Kita sepakat menyebutnya waktu. Ah, waktu tidak hanya menemani kita di kehidupan dunia, waktu juga menamani kita disaat kita telah tiada. Bukankah orang-orang yang telah mendahului kita sekarang sedang menunggu hari akhir? Dan menunggu, adalah soal waktu. Menandai waktu memiliki definisi yang sangat luas. Sama halnya dengan hidup. Kita mendefinisikannya dengan sesuatu yang positif, maka itu akan menjadi positif dan begitu sebaliknya. Maka jangan menganggap waktu sebagai hal yang tak penting, karena bukan hanya diri kita yang berurusan dengan waktu, tapi semua makhluk hidup membutuhkan waktu. Jangan sombong, teruslah menghargai waktu seperti engkau akan mati esok hari.


-----


coretan kecil ini saya buat untuk giveaway: 

Komentar

Postingan Populer